LAHAT, SL — Tangis dan rasa haru pecah di tengah puing-puing rumah yang hangus terbakar. Tiga perempuan korban kebakaran di Desa Sukarami, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, harus menghadapi kenyataan pahit setelah tempat tinggal mereka dilalap api.
Di tengah kondisi serba terbatas tersebut, uluran tangan datang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lahat. Kamis (8/10/2026), jajaran DPC PKB Lahat turun langsung menemui para korban sekaligus menyerahkan bantuan untuk meringankan beban mereka.
Ketiga korban, yakni Ibu Helda, Melda dan Denti, merupakan perempuan yang menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal. Musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu sebelumnya menghanguskan tiga rumah warga. Dua rumah mengalami kerusakan parah, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Namun, yang membuat suasana semakin menyayat hati bukan hanya kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Para korban harus kembali memikirkan bagaimana melanjutkan kehidupan dan memenuhi kebutuhan keluarga setelah musibah datang secara tiba-tiba.
Terlebih, salah seorang korban diketahui harus membesarkan hingga delapan orang anak.
Kondisi tersebut membuat penyerahan bantuan berlangsung penuh haru. Air mata tak mampu dibendung ketika bantuan diserahkan secara langsung kepada para korban.
Ketua DPC PKB Kabupaten Lahat Widia Ningsih, didampingi Sekretaris Parisman dan Bendahara Hj. Yunani bersama jajaran kader PKB, menyempatkan diri melihat langsung kondisi para korban.
Rombongan turut didampingi Camat Kota Agung serta kepala desa setempat.
Kehadiran PKB bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memastikan kondisi para korban diketahui dan mendapat perhatian setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
Widia Ningsih menegaskan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian PKB terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Ini kepedulian Partai PKB. Kami langsung diinstruksikan DPP dan DPW untuk selalu bergerak bersama masyarakat dan melihat kondisi masyarakat,” ujar Widia.
Menurutnya, masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak boleh dibiarkan menghadapi persoalannya seorang diri. Bantuan yang diberikan diharapkan setidaknya dapat mengurangi beban kebutuhan para korban dalam menjalani hari-hari pascakebakaran.
“Kami berharap bantuan yang diberikan Partai PKB dapat bermanfaat dan berguna, terutama bagi masyarakat yang tertimpa musibah,” katanya.

Jangan Biarkan Anak Korban Kehilangan Masa Depan
Di balik musibah kebakaran tersebut, terdapat persoalan lain yang tak kalah penting: masa depan anak-anak para korban.
Widia menegaskan, kehilangan rumah jangan sampai berujung pada hilangnya kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan.
“Jangan sampai putus sekolah. Anak-anak tidak boleh sampai terlantar dan putus sekolah. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat beban para korban bukan hanya membangun kembali tempat tinggal, tetapi juga memastikan kebutuhan dan pendidikan anak-anak tetap terpenuhi.
Sebab, ketika rumah terbakar, yang hilang bukan hanya bangunan dan barang-barang di dalamnya. Ada rasa aman, kenyamanan, bahkan sebagian kehidupan yang ikut terbakar.
Karena itu, kepedulian dari berbagai pihak dinilai sangat dibutuhkan agar para korban tidak semakin terpuruk dan mampu kembali menata kehidupan bersama keluarganya.
“Bantuan Ini Sangat Berarti bagi Kami”
Sementara itu, suasana haru semakin terasa ketika para korban menerima bantuan dari PKB Lahat.
Dengan mata berkaca-kaca, salah seorang korban menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga Partai PKB terus jaya. Khusus untuk Ibu Widia Ningsih, semoga selalu diberikan kesehatan,” ungkapnya.
Bagi para korban, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nilai materi.
Di saat mereka kehilangan rumah dan harus kembali memulai kehidupan dari kondisi yang serba terbatas, kehadiran orang lain yang datang membawa kepedulian menjadi kekuatan moral yang sangat berarti.
“Momen ini tidak akan kami lupakan. Kami akan selalu mengingat kepedulian Partai PKB yang telah diberikan kepada kami,” ujar mereka.
Musibah kebakaran memang meninggalkan luka dan kerugian yang tidak sedikit. Namun, dari balik kepulan asap dan puing-puing yang tersisa, masih ada harapan untuk bangkit.
Kehadiran PKB Lahat di tengah para korban menjadi salah satu bentuk dukungan agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi cobaan.
Kini, pekerjaan rumah berikutnya bukan hanya memastikan para korban dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, tetapi juga memastikan anak-anak mereka tetap bersekolah dan masa depan mereka tidak ikut terbakar bersama rumah yang telah menjadi abu.
Sebab, rumah bisa dibangun kembali. Harta bisa dicari kembali. Tetapi masa depan anak-anak tidak boleh ikut hilang akibat sebuah musibah. ***/ Bang Joem
