Kantongi Dukungan 50 Persen Plus Satu, Sri Marhaeni Kembali Pimpin Golkar Lahat

LAHAT, SL — Pertarungan memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat akhirnya berakhir. Sri Marhaeni Wulansih kembali keluar sebagai pemenang setelah mengantongi dukungan lebih dari 50 persen plus satu, mengungguli rivalnya, Syukron Oktadiansyah, dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat.

Hasil tersebut sekaligus membuka jalan bagi Sri Marhaeni untuk kembali memimpin partai berlambang pohon beringin di Kabupaten Lahat. Musda XI secara resmi ditutup oleh Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, Kemas Umar Jayanegara.

Dengan perolehan dukungan yang telah memenuhi ketentuan, Sri Marhaeni ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat untuk periode 2025–2030.

Kemas Umar Jayanegara mengatakan, proses pemilihan dalam Musda XI mempertemukan dua nama, yakni Sri Marhaeni Wulansih dan Syukron Oktadiansyah. Berdasarkan hasil dukungan yang diperoleh, Sri Marhaeni dinyatakan memenuhi syarat untuk kembali memimpin Golkar Lahat.

“Tadi telah dilaksanakan Musda antara Sri Marhaeni dan Syukron Oktadiansyah. Hasilnya Sri Marhaeni mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen plus satu. Oleh karena itu, sesuai dengan ketentuan, Sri Marhaeni dapat secara langsung ditunjuk sebagai Ketua,” ujar Kemas.

Kemenangan tersebut memperpanjang kiprah Sri Marhaeni di tubuh Partai Golkar Lahat. Sebelumnya, ia juga dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat.

Sementara Syukron Oktadiansyah merupakan salah satu kader muda Partai Golkar yang turut tampil dalam kontestasi perebutan kursi ketua. Kehadiran dua nama tersebut membuat Musda XI menjadi salah satu momentum penting dalam dinamika internal Golkar Lahat.

Usai penetapan, Kemas Umar Jayanegara menegaskan bahwa tantangan Partai Golkar Lahat setelah Musda bukan lagi persoalan kontestasi internal, melainkan bagaimana seluruh kader menyatukan kekuatan untuk menghadapi agenda politik ke depan.

Ia berharap kepengurusan baru mampu meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar di lembaga legislatif, khususnya di Kabupaten Lahat.

“Target kita adalah kursi di DPR. Kalau masalah Pilkada itu adalah bonus,” tegasnya.

Menurutnya, konsolidasi organisasi dan penguatan basis kader menjadi pekerjaan penting setelah Musda. Dengan berakhirnya proses pemilihan ketua, seluruh kader diharapkan kembali fokus membesarkan partai dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.

Sementara itu, Sri Marhaeni Wulansih menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan yang telah mengawal jalannya Musda XI hingga selesai.

Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh kader yang tetap memberikan dukungan selama proses pencalonan berlangsung.

“Terima kasih semuanya, terutama kepada seluruh kader yang masih setia dan selalu mendukung serta menyuport saya dalam Musda ini, sehingga saya bisa terpilih kembali,” katanya.

Sri Marhaeni menegaskan, berakhirnya Musda harus menjadi momentum untuk mengakhiri sekat-sekat akibat perbedaan pilihan selama proses pemilihan berlangsung.

Menurutnya, tidak boleh ada lagi kubu-kubuan setelah Musda selesai. Seluruh kader harus kembali bersatu dan bekerja bersama untuk membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Lahat.

“Musda Golkar Lahat telah usai dilaksanakan. Ke depan tidak ada lagi kotak-kotak antara kader serta seluruh pengurus. Kita adalah keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pekerjaan berikutnya adalah bagaimana seluruh elemen Partai Golkar dapat membangun soliditas dan memperkuat organisasi hingga ke tingkat bawah.

“Ke depan bagaimana kita dapat membesarkan Partai Golkar ini, khususnya DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat,” pungkasnya.

Dalam Musda XI tersebut, posisi Ketua Panitia diemban Indra Gandi, yang juga merupakan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Lahat.

Selain Indra Gandi, Fraksi Partai Golkar DPRD Lahat juga diisi Eva Lili Susanti dan Edo Julian.

Dengan berakhirnya Musda XI dan ditetapkannya Sri Marhaeni sebagai Ketua DPD Partai Golkar Lahat, perhatian kini beralih pada agenda konsolidasi internal. Tantangan Sri Marhaeni bukan lagi sekadar memenangkan kontestasi, tetapi membuktikan bahwa kemenangan tersebut mampu diterjemahkan menjadi soliditas kader dan peningkatan kekuatan politik Partai Golkar di Kabupaten Lahat. ***/Bang Joem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *