Kantongi 95% Dukungan, Akankah Sri Marhaeni Dipilih Secara Aklamasi?

LAHAT, SL – Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat mulai mengerucut. Nama Sri Marhaeni Wulansih, SH semakin kuat berada di barisan terdepan setelah mengklaim telah mengantongi dukungan sekitar 95 persen dari sejumlah Koordinator Kecamatan (Korcam) dan organisasi sayap Partai Golkar.

Besarnya dukungan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan baru menjelang pelaksanaan Musda: akankah Sri Marhaeni Wulansih kembali memimpin Partai Golkar Lahat melalui mekanisme aklamasi?

Dukungan terhadap Sri Marhaeni itu mencuat setelah sejumlah kader dan unsur organisasi Partai Golkar mengembalikan formulir pendaftaran pencalonannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat.

Ketua Korcam Pulau Pinang, Eva Lili Susanti, bersama Ketua AMPI Lahat, Aprianto, SE, menjadi bagian dari pihak yang menyatakan dukungan terhadap Sri Marhaeni. Keduanya menyampaikan sikap tersebut usai mengembalikan formulir pencalonan Sri Marhaeni.

Eva menegaskan, dukungan yang diberikan bukan sekadar formalitas dalam proses pendaftaran. Menurutnya, pihaknya bersama jajaran dan kader yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Pinang akan tetap solid mengawal dan memperjuangkan Sri Marhaeni dalam Musda DPD Partai Golkar Lahat ke-XI.

“Kita akan terus solid dalam memperjuangkan Ibu Sri Marhaeni dalam pertarungan Musda DPD Golkar Lahat ke-XI,” ujar Eva.

Menurut Eva, kekuatan dukungan terhadap Sri Marhaeni saat ini menjadi salah satu indikator kuat bahwa mantan Ketua DPD Partai Golkar Lahat tersebut memiliki basis dukungan yang signifikan di internal partai.

Ia menyebut, berdasarkan dukungan yang telah dihimpun, Sri Marhaeni disebut telah mengantongi sekitar 95 persen dukungan dari Korcam maupun sayap partai.

“Kalau melihat dukungan yang ada, Ibu Sri Marhaeni sudah mendapatkan sekitar 95 persen dukungan, baik dari Korcam maupun sayap partai,” katanya.

Eva juga menyinggung salah satu ketentuan pencalonan Ketua DPD Partai Golkar yang mensyaratkan dukungan minimal untuk dapat maju dalam kontestasi Musda.

“Kita tahu bahwa salah satu syarat mencalonkan diri sebagai ketua itu harus mendapat 30 persen dukungan. Sementara Ibu Sri telah mendapat 95 persen dukungan. Artinya, tidak menutup kemungkinan Ibu Sri akan terpilih secara aklamasi,” tegas Eva, didampingi Aprianto.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa dukungan terhadap Sri Marhaeni bukan hanya datang dari satu kelompok. Dukungan disebut mulai terkonsolidasi dari unsur Korcam hingga organisasi sayap partai.

Namun demikian, angka 95 persen dukungan tersebut tetap perlu dilihat dalam konteks mekanisme resmi Musda. Dukungan politik internal yang berkembang menjelang Musda belum serta-merta menjadi keputusan final sebelum seluruh tahapan organisasi dan forum Musda dijalankan sesuai aturan Partai Golkar.

Artinya, peluang Sri Marhaeni untuk kembali menduduki kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat memang semakin terbuka, tetapi keputusan akhir tetap berada dalam forum Musda dan mekanisme organisasi yang berlaku.

Terlebih, dinamika politik internal partai menjelang Musda masih sangat mungkin berubah. Dukungan kader dapat menjadi kekuatan politik, namun proses pencalonan, verifikasi persyaratan, hingga pengambilan keputusan dalam Musda tetap menjadi tahapan yang harus dilalui.

Sri Marhaeni sendiri bukan nama baru di tubuh Partai Golkar Lahat. Ia sebelumnya pernah dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat. Kini, dengan kembali mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD, dirinya menunjukkan keseriusan untuk kembali memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Kembalinya Sri Marhaeni dalam bursa ketua juga membuat Musda Golkar Lahat ke-XI semakin menarik untuk dicermati. Sebab, apabila dukungan 95 persen tersebut benar-benar solid hingga forum Musda berlangsung, maka ruang kompetisi dapat semakin menyempit.

Sebaliknya, jika masih terdapat kader lain yang memenuhi persyaratan dan menyatakan kesiapan maju, maka dinamika Musda tetap berpotensi berlangsung kompetitif.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai akankah Sri Marhaeni terpilih secara aklamasi masih menjadi tanda tanya yang jawabannya akan ditentukan dalam forum resmi Musda.

Yang jelas, semakin besar dukungan yang berhasil dikonsolidasikan Sri Marhaeni, semakin besar pula peluang dirinya untuk kembali memegang kendali Partai Golkar Kabupaten Lahat.

Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Lahat pun kini bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Forum tersebut akan menjadi panggung untuk menguji seberapa solid dukungan internal terhadap masing-masing kandidat dan siapa yang akhirnya mampu mendapatkan kepercayaan terbesar dari pemilik suara.

Jika dukungan 95 persen tersebut benar-benar bertahan hingga hari pelaksanaan Musda, maka aklamasi bukan lagi sekadar wacana—melainkan kemungkinan politik yang patut diperhitungkan. ***/ Bang Joem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *