Seleksi Pemagangan ke Jepang di Lahat: Kemampuan dan Disiplin Jadi Penentu, Akomodasi Pelatda Tak Otomatis Ditanggung

Lahat,SL — Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Lahat menggelar seleksi peserta program pemagangan ke Jepang. Sebanyak 153 peserta berusia 18 hingga 26 tahun mengikuti tahapan seleksi untuk memperebutkan kesempatan mengikuti program pemagangan yang menjadi salah satu peluang meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja di luar negeri.

Seleksi ini tidak sekadar mengandalkan jumlah peserta, tetapi benar-benar menempatkan kemampuan, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kesungguhan peserta sebagai faktor penentu.

Kepala Disnakertrans Lahat Mustofa Nelson, S.Sos., M.Si melalui Kabid pelatihan produktifitas dan penempatan tenaga kerja A. Hadi Wijaya,SH.,MM menjelaskan bahwa, para peserta harus melewati sejumlah tahapan tes, di antaranya tes matematika, kesamaptaan, serta wawancara. Setiap tahapan menjadi bagian penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan peserta sebelum melangkah ke proses berikutnya.

Dikatakannya, peserta yang dinyatakan lolos nantinya tidak langsung diberangkatkan ke Jepang. Mereka terlebih dahulu akan mengikuti Pelatihan Daerah (Pelatda) selama kurang lebih 2 hingga 3 bulan. Dalam tahapan tersebut, peserta akan mendapatkan pembekalan lebih lanjut, khususnya kemampuan bahasa Jepang, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap kebiasaan dan budaya masyarakat Jepang.

Namun, lanjut Hadi, ada hal penting yang harus dipahami sejak awal oleh seluruh peserta. Akomodasi selama Pelatda tidak serta-merta menjadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Lahat. Pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah daerah. Apabila dukungan anggaran tidak tersedia, maka peserta harus mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan akomodasi secara mandiri.

Dilanjutkannya, Kondisi tersebut juga telah diterapkan pada pelaksanaan program sebelumnya. Karena itu, peserta diminta tidak hanya mempersiapkan kemampuan untuk mengikuti seleksi, tetapi juga kesiapan secara finansial dan mental apabila nantinya dinyatakan lolos.

“Setelah menyelesaikan Pelatda, peserta akan melanjutkan ke Pelatihan Tingkat Nasional (Pelatnas) yang dipusatkan di Bekasi selama kurang lebih tiga bulan. Setelah seluruh proses pelatihan dan persyaratan terpenuhi, barulah peserta dipersiapkan untuk diberangkatkan ke Jepang,” terang Hadi.

Tak sampai disitu, Hadi juga menjelaskan bahwa, Program ini sekaligus menjadi kesempatan besar bagi generasi muda Lahat untuk mendapatkan pengalaman, keterampilan, serta wawasan kerja internasional. Namun kesempatan tersebut tidak datang secara cuma-cuma. Peserta dituntut mampu menunjukkan kualitas diri sejak tahapan seleksi hingga nantinya menjalani pelatihan.

Kedisiplinan menjadi harga mati. Peserta yang telah mendapatkan kesempatan mengikuti program harus mampu menjaga sikap, perilaku dan nama baik diri sendiri maupun daerah.

Dengan tegas dirinya berpesan kepada peserta agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri. Sebab, dalam proses pendidikan dan pemagangan, tidak ada ruang bagi tindakan indisipliner yang dapat mengganggu perjalanan peserta menuju Jepang.

Kesempatan untuk bekerja dan belajar di Jepang harus dipandang sebagai kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, peserta dituntut untuk menjaga kedisiplinan, mengikuti seluruh aturan, dan menunjukkan kesungguhan dari awal hingga akhir.

Bukan hanya siapa yang mampu lolos seleksi yang menjadi perhatian, tetapi siapa yang benar-benar mampu bertahan, disiplin, dan bertanggung jawab hingga akhirnya siap membawa nama baik Kabupaten Lahat di Jepang. ***/Bangjoem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *