Lahat,SL– Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH., MH., menghadiri Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz Angkatan III Pondok Pesantren Salafiyah Al Khairiyah di Desa Pagar Jati, Kecamatan Kikim Selatan, Minggu (21/06/26).
Dalam kesempatan tersebut, Widia Ningsih menyampaikan berbagai program Pemerintah Kabupaten Lahat, salah satunya Program BELADAS (Beasiswa Anak Lahat Jadi Sarjana) yang bertujuan membantu putra-putri daerah melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Widia menjelaskan bahwa pada tahun ini pemerintah telah menyiapkan beasiswa bagi sekitar 200 anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara bagi siswa berprestasi yang berada di luar kategori tersebut, masih terbuka peluang mendapatkan bantuan melalui jalur prestasi yang dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan.
“Kami membuka ruang sebesar-besarnya untuk anak-anak Lahat yang ingin melanjutkan pendidikan. Namun karena ini menggunakan anggaran negara, tentu harus mengikuti aturan dan memiliki payung hukum yang jelas,” ujar Widia di hadapan para santri, wali santri, tokoh agama, dan masyarakat yang hadir.
Pada kesempatan itu, Widia juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat dalam menuntut ilmu. Menurutnya, pendidikan dan ilmu agama harus berjalan beriringan agar generasi muda tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat.
Ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi generasi muda. Karena itu, pondasi agama harus ditanamkan sejak usia dini sebagai benteng moral dalam menghadapi perubahan zaman.
“Anak-anak harus mendapatkan dua manfaat sekaligus, yaitu manfaat dunia dan manfaat akhirat. Manfaat dunia melalui ilmu pengetahuan dan pendidikan, sedangkan manfaat akhirat melalui pembentukan karakter dan akhlak yang baik. Tanpa benteng agama, anak-anak bisa mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif,” katanya.
Widia berharap para santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan pendidikan di pondok pesantren dapat menjadi generasi yang membanggakan, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Semoga anak-anak santri ini menjadi generasi penerus yang sukses, membawa manfaat bagi keluarga, daerah, bangsa, dan agama,” tutupnya. */Bang Joem