LAHAT,SL – Upaya Pemerintah Kabupaten Lahat dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, membuka peluang pemagangan di PT Bukit Asam (PTBA) menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Namun, peluang tersebut tidak serta-merta menjamin seluruh peserta diterima, karena proses seleksi tetap mengikuti standar dan penilaian yang ditetapkan pihak perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Lahat menyebut terbukanya kuota pemagangan di PTBA sebagai salah satu hasil upaya dan kerja sama kepala daerah bersama jajaran pemerintah daerah dalam memperjuangkan kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin mengembangkan kompetensi kerja.
Sejumlah bidang keahlian yang diminati peserta dalam program ini meliputi operator alat berat, mekanik alat berat, welder atau juru las, teknisi pendingin udara (AC), serta otomotif. Bidang-bidang tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan keterampilan teknis di dunia industri.
Saat ini, para peserta masih menjalani proses tes dan seleksi yang dilaksanakan oleh PTBA. Karena itu, kelulusan sepenuhnya bergantung pada hasil penilaian serta standar yang berlaku di perusahaan.
“Harapan kita bersama, semuanya lulus. Namun, semuanya tetap ada standar penilaian,” ujar Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih,SH.,MH saat menyampaikan sambutan.
Pemkab upayakan kesempatan bagi peserta lainnya
Pemerintah Kabupaten Lahat berharap program pemagangan tersebut tidak berhenti pada satu gelombang. Upaya untuk membuka kloter berikutnya akan terus dilakukan agar peserta yang belum memperoleh kesempatan dapat terakomodasi.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa pembukaan kloter selanjutnya belum dapat dipastikan. Pemerintah hanya menyatakan akan terus mengupayakannya sesuai peluang dan kebutuhan yang tersedia.
“Kita berharap ada kloter selanjutnya untuk menampung yang belum berkesempatan magang hari ini. Karena itu, yang sudah mengikuti magang ini jangan diikutkan lagi apabila ada kloter berikutnya. Kami akan terus berupaya mengakomodasi semuanya,” ujar Widia.
Ia mengakui harapan terbesar pemerintah daerah adalah seluruh peserta bisa diterima. Namun, harapan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan mekanisme seleksi yang menjadi kewenangan PTBA.
“Maunya kita semuanya diterima,” tambahnya.

Peserta diminta serius, disiplin, dan menjaga nama baik Lahat
Kepada peserta yang nantinya dinyatakan lolos, pemerintah daerah mengingatkan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh. Program pemagangan bukan sekadar kesempatan memperoleh pengalaman, tetapi juga menjadi proses pembentukan kemampuan teknis, mental, dan kedisiplinan kerja.
Peserta diperkirakan menjalani pelatihan selama tiga bulan untuk meningkatkan kemampuan sesuai bidang masing-masing. Selain keterampilan teknis, aspek kedisiplinan juga menjadi perhatian penting selama mengikuti program.
“Kalau sudah terpilih nanti, ikutilah magang ini dengan serius. Jangan disia-siakan, karena kesempatan ini tidak akan datang kedua kali,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta agar mematuhi aturan selama pelatihan. Peserta yang tidak mengikuti program secara serius disebut dapat dikenai sanksi berupa daftar hitam atau blacklist, sesuai ketentuan yang berlaku.
Peringatan tersebut menjadi penegasan bahwa kesempatan magang harus diimbangi tanggung jawab dan komitmen peserta dalam menjalani setiap tahapan pelatihan.

Yang belum lulus diminta tidak berkecil hati
Pemerintah daerah turut menyampaikan pesan kepada peserta yang belum berhasil lolos seleksi agar tidak berkecil hati. Mereka diharapkan tetap meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Lahat menyatakan akan terus berupaya menjalin peluang pemagangan lanjutan. Namun, upaya tersebut tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa kloter baru pasti dibuka, sebab pelaksanaannya tetap bergantung pada ketersediaan kuota dan kebijakan pihak terkait.
“Kami tidak menjanjikan, tetapi kami mengusahakan,” tegas Widia Ningsih.
Ia berharap peserta yang berhasil lolos dapat menunjukkan kemampuan, menjaga disiplin, serta membawa nama baik Kabupaten Lahat selama mengikuti pemagangan. Sikap dan kinerja peserta dinilai penting untuk membangun kepercayaan sehingga peluang kerja sama pemagangan berikutnya dapat terus diperjuangkan.

Tantangan berikutnya: memastikan peluang berlanjut
Terbukanya kesempatan pemagangan di PTBA menjadi langkah positif bagi pengembangan keterampilan generasi muda Lahat. Namun, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti seleksi.
Hal yang juga penting adalah transparansi proses penerimaan, kejelasan mekanisme seleksi, kualitas pelatihan, serta kepastian informasi mengenai kemungkinan pembukaan gelombang berikutnya.
Pemerintah daerah telah menyatakan komitmen untuk terus mengupayakan kesempatan bagi masyarakat. Di sisi lain, peserta perlu menunjukkan keseriusan agar peluang yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Dengan demikian, program pemagangan ini diharapkan tidak hanya menjadi kesempatan sesaat, tetapi juga bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses pelatihan kerja bagi generasi muda Kabupaten Lahat. ***/Bang Joem
