Lahat, SL — Menghadapi musim kemarau yang disertai kondisi cuaca panas, upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Mulak Ulu, Kabupaten Lahat.
Senin (21/9), Forkopimcam Mulak Ulu bersama jajaran terkait turun langsung melaksanakan patroli dan mitigasi Karhutla sebagai langkah preventif untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB tersebut diawali dengan apel di Mapolsek Mulak Ulu. Apel menjadi momentum konsolidasi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektoral sebelum personel bergerak melakukan pemantauan ke sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran.
Patroli melibatkan Camat Mulak Ulu Marles Yuniardi, S.Kom., MM, Danramil 405-09/Kota Agung Kapten Czi. Herry, Kapolsek Mulak Ulu IPTU Nurkhosim, S.H., para Kepala Desa se-Kecamatan Mulak Ulu, Ka. SPK I Aiptu Robby, S.H., Kanit Patroli Aipda Dizki Zulkarnain, Bhabinkamtibmas Aipda Mayriansyah, Babinsa Koramil Kota Agung, staf Kantor Camat Mulak Ulu serta perangkat desa.
Tim gabungan kemudian menyisir sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi munculnya Karhutla, mulai dari lahan kosong, semak belukar, kawasan perkebunan hingga wilayah lainnya yang dinilai rawan terbakar.
Pemantauan dilakukan dari wilayah perbatasan Kecamatan Mulak Ulu dengan Kecamatan Kota Agung hingga kawasan perbatasan Kabupaten Lahat dengan Kabupaten Muara Enim.
Tak sekadar melakukan pemantauan, petugas juga menyampaikan imbauan secara langsung kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apapun. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta ikut menjadi bagian penting dalam mendeteksi dan mencegah munculnya titik api.
Pesan yang disampaikan tegas: mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan. Sebab, ketika api telah membesar, dampaknya bukan hanya mengancam lahan dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat serta keamanan wilayah.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap maupun aktivitas pembakaran lahan kepada pihak kepolisian, pemerintah desa atau unsur terkait lainnya.
Kapolsek Mulak Ulu IPTU Nurkhosim, S.H. bersama unsur Forkopimcam menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.
Patroli tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata kesiapsiagaan lintas sektoral dalam menghadapi ancaman Karhutla di tengah musim kemarau. Dengan pemantauan secara berkala, koordinasi yang kuat serta keterlibatan masyarakat, potensi munculnya titik api diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Hingga kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB, situasi wilayah Kecamatan Mulak Ulu berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Polres Lahat melalui Polsek Mulak Ulu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang benda yang berpotensi memicu api secara sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah maupun semak di kawasan yang rawan terbakar.
Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas di lapangan, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian, kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, pencegahan Karhutla dapat dilakukan lebih maksimal demi menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat dan keamanan Kabupaten Lahat. ***/Bangjoem
