Lahat,SL– Pada bulan Juli hingga Agustus tercatat bahwa ada 29 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) termasuk spot wilayah perusahaan batu bara.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH.,MH pada giat Rakor Pencegahan dan Penanganan Karhutlah antara Pemerintah Kabupaten Lahat bersama Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dan Sesko TNI, Selasa (1/9) bertempat di Pendopoan Bupati Lahat.
Dijelaskan Widia Ningsih, bahwa Lahat ini mempunyai kandungan mineral yang banyak sehingga dikenal dengan kota batu bara, dengan demikian lahan gambutnya sangat sedikit.
Dirinya juga menegaskan bahwa kebakaran adalah masalah yang serius, dikarenakan Presiden RI, Bapak Prabowo turun langsung ke spot-spot kebakaran.
Karena spot batu bara banyak terdeteksi, maka ia menghimbau kepada seluruh perusahaan batu bara agar memperhatikan stockpile nya agar tidak terjadi kebakaran.
“Titik hotspot banyak terpantau itu di batu bara, bukan kebakaran hutan dan lahan, maka jagalah, jangan ada percikan api, sehingga tidak terdeteksi sebagai karhutla,” tegas Wabup.
Dibanding Kabupaten lain, lanjut nya, dalam selebaran hotspot, Kabupaten Lahat berada diurutan nomor dua setelah Kabupaten Muara Enim.

Kepada camat dan Kades, ia berharap rapat ini dapat direalisasikan ke tingkat kecamatan. Libatkan masyarakat dan forkopimcam yang ada.
Tak lupa, Widia Ningsih juga mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI, Polri dan yang lainnya yang telah berusaha menjaga Kabupaten Lahat dari bahaya kebakaran.
Hadir tim Pencegahan Karhutla Mabes TNI, Kolonel CPM M. Faisal Amri Lubis, Kolonel Kal Heri Heri Supriyadi, Kolonel Tek Rahmad Darmawan, Kolonel Wachid Hasbulloh, Kolonel Mar Untung Tamanto dan Mayor Mar Didik Sutejo.
Selain itu turut hadir, Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto,S.I.K.,M.I.K, Danyon TP, Kasdim 0405/Lahat, Kepala OPD, Instansi terkait, Camat dan Kades. */Bang Joem
